Bundesliga Terapkan Teknologi Garis Gawang Musim Depan

Teknologi Garis Gawang

Sebanyak 18 klub peserta Bundesliga telah memilih untuk mendukung penerapan teknologi garis gawang mulai dari musim 2015/16 dan seterusnya. Keputusan ini diambil setelah pertemuan dengan asosiasi liga sbobet online hari Kamis kemarin.

Liga sepak bola Jerman telah memutuskan bahwa perusahaan pelacak komputer ‘Hawk-Eye’ akan menyediakan teknologi yang digunakan pada gelaran liga teratas Jerman. Tetapi bagaimana sesungguhnya sistem HawkEye ini bekerja?

‘GOAL!’

Sistem ini sendiri bukanlah sesuatu yang mutakhir, berfungsi dari sebuah cara kerja yang sederhana tetapi mengirimkan perubahan besar bagi dunia sepak bola. Begini cara kerjanya:

Hawk-Eye menggunakan 14 kamera berkecepatan tinggi, termasuk satu kamera untuk mengawasi garis gawang di atap stadion. Jika bola bergulir di sekitar mulut gawang, gambar dari setiap kamera akan menangkap gerakan bola tersebut dan peranti lunak akan menghitung posisi pasti dari berbagai sudut berbeda bola tersebut, meski hanya sebagian kecil bola saja yang terlihat.

Segera setelah bola benar-benar melewati garis gawang, sistem akan mengirimkan sinyal getaran pada penerima sinyal yang digunakan wasit pertandingan dalam kurang dari satu detik, sementara jam khusus yang dia pakai juga akan bergetar dan mengantarkan pesan ‘GOAL’. Beberapa detik kemudian tayangan ulang, direkam oleh kamera tayangan ulang spesial secara langsung segaris lurus dengan garis gawang, akan ditampilkan pada layar telivisi untuk penonton di stadion.

Hawk-Eye, sebuah perushaan Inggris yang berdiri sejak 2001, saat ini memimpin dunia dalam industry teknologi pelacak bola. Dimiliki oleh Sony sejak 2011, peranti lunak mereka sebagian besar dikenal digunakan pada gelaran tenis Grand Slams tetapi teknologi mereka juga sudah dipakai pada pertandingan kriket dan juga di pertandingan Olimpiade.

Liga Primer Inggris memperkenalkan sistem Hawk-Eye pada awal musim 2013/14 untuk memastikan keputusan yang tak terbantah dan saat ini terus dipakai di banyak pertandingan sepak bola professional lainnya. Hawk-Eye dikenal seluruh dunia di beragam cakupan olah raga dan telah digunakan di 230 stadion berbeda seluruh dunia.

 

Swansea balikkan keadaan untuk mengalahkan Manchester United 2-1 di Liberty Stadium mengakibatkan pasukan Louis Van Gaal melorot ke posisi empat klasemen Liga Primer.

united vs swansea

Sedikit sentuhan dari Bafetimbi Gomis pada menit 73 terbukti membuat perbedaan, dengan tendangan keras Jonjo Shelvey dari jarak 25 yard memantul mengenai kepala penyerang itu dan berhasil melayang melewati David de Gea.

Tim Van Gaal berhasil diuntungkan dari pantulan juga di babak pertama untuk mengamankan keunggulan melalui Ander Herrera di menit 28, tetapi Ki Sung Yueng menyamakan kedudukan hanya dua menit berselang dan Gomis melengkapi bangkitnya Swansea untuk mengalahkan United kedua kalinya sejak November.

Tembakan Herrera, yang menyentuh kaki Ashley William memantul ke pojok gawang, merupakan hasil dari umpan satu dua antara Luke Shaw, Wayne Rooney dan Angel di Maria, yang memainkan bola sempurna dan mengirimkan umpan manis kepada Herrera.

Swansea berhasil mengancam sebanyak dua kali melalui Gomis – yang berhasil menyundul bola dan melepaskan diri dari kawalan Herrera – dan merespons dengan cepat untuk mencuri gol penyeimbang.

Ki Sung-Yueng mengalahkan Shaw untuk menerima umpan Shelvey dan mengirimkan bola untuk selanjutnya melewati De Gea.

United meningkatkan tekanan di babak kedua, tetapi Marcos Rojo menyundul bola dan bola melambung di atas gawang meski dia tak terkawal sedikit pun.

Robin van Persie – yang meninggalkan Liberty Stadium dalam keadaan cidera setelah pertandingan – juga mengirimkan tembakan yang melebar sebelum akhirnya Ki memberikan umpan kepada Shelvey untuk pada akhirnya dia menembakkan bola yang memantul kepala Gomis.

Kemenangan ganda Swansea yang pertama dalam sejarah atas United memungkinkan mereka duduk dengan tenang memuncaki klasemen tengah, sementara kekalahan bagi tim asuhan Van Gaal sedikit lebih pahit dan sedikit mengaburkan harapan Liga Champions mereka, Arsenal melompati mereka dan menduduki peringkat tiga.

Catatan Pemain

Swansea: Fabianski (7), Naughton (7), Fernandez (7), Williams (7), Taylor (7), Cork (7), Shelvey (8), Ki (8), Sigurdsson (7), Routledge (7); Gomis (7).

Used subs: Montero (7), Amat (6).

Manchester United: De Gea (7), McNair (4), Jones (5), Rojo (6), Shaw (7), Blind (6), Fellaini (6), Herrera (7), Di Maria (6), Rooney (7), van Persie (6).

Used subs: Valencia (5), Young (6), Mata (5).

Man of the match: Ki Sung-Yueng

 

Jose Mourinho Puji Penampilan Gemilang Thibaut Courtois

Thibaut

Chelsea harus berterima kasih kepada Thibaut Courtois berkat hasil imbang Liga Champions yang ‘beruntung’ dengan PSG, menurut media di Perancis.

Penjaga gawang the Blues membuat beberapa penyelematan gemilang untuk menjauhkan tuan rumah dari kemenangan ketika tim Jose Mourinho berhasil mendapatkan hasil imbang 1-1 pada leg pertama dari pertemuan 16 besarnya di Parc des Princes.

Edinson Cavani membatalkan gol pembuka Branislav Ivanovic, tetapi adalah Courtois yang berhasil mendapat perhatian publik ibu kota Perancis setelah pers mengatakan bahwa Chelsea beruntung bisa pulang dengan hasil imbang.

“Datang dan sebagian besar bertahan, dengan Ramires dan Matic di depan pertahanan mereka, Chelsea meraih lebih dari apa yang mereka harapkan dengan berhasil mencetak gol tandang,” tulis L’Equipe.

“Mendominasi permainan, tim Paris berhasil menciptakan banyak peluang, tetapi saying dimentahkan oleh Courtois yang bermain gemilang.”

Koran harian itu tidak benar-benar terkesan dengan sisa pemain Chelsea lainnya, dengan Gary Cahill disalahkan atas lemahnya pengawalan dia ketika Cavani dimungkinkan untuk menyundul bola dengan bebas tak terkawal. Kesalahan tersebut memungkinkan PSG untuk mencetak gol penyeimbang.

Ditanyai apakah Chelsea masih merupakan tim favorit untuk melaju ke babak selanjutnya, Mourinho berujar bahwa masih terlalu dini untuk menentukan siapa yang lebih layak untuk melaju ke babak selanjutnya. Terlebih, 16 besar merupakan babak di mana semua tim terbaik dengan pemain terbaik bertemu. Dari pertandingan dua leg, mereka baru menjalani satu babak pertandingan di mana hasil akhir belum diputuskan.

Terlepas dari penampilan gemilang Courtois, Mourinho mempertanyakan kepemimpinan wasit yang memungkinkan Eden Hazard dilanggar sebanyak sembilan kali oleh para pemain PSG tanpa satu orang pun pelanggaran diberikan peringatan kartu kuning.

Dilanggar sembilan kali dalam satu pertandingan Liga Champions merupakan rekor jumlah pelanggaran tertinggi di Liga Champions musim ini. Sementara itu, Eden Hazard merupakan pemuncak daftar pemain yang paling sering dilanggar baik itu di ajang Liga Champions maupun Liga Primer Inggris.